Apa itu Server? Jantung Internet yang Menggerakkan Website Anda

Apa itu Server? Bisa disebut sebagai komputer khusus atau sistem perangkat lunan yang dirancang untuk menyediakan layanan, data, atau sumber daya ke komputer lain, klien, melalui jaringan.

Layanan ini bisa bervariasa, mulai dari pengiriman halaman web dan email hingga storage dan pengelolaan file, atau untuk menjalankan aplikasi.

Jadi klien meminta layanan atau sumber daya tertentu, lalu server memenuhinya.

Bedanya komputer pribadi yang digunaan untuk individu dan memilki interface yang user-friendly, server dibuat untuk kinerja, keandalan, dan skalabilitas menangani permintaan klien.

Mirip pustakawan, tapi bentuknya digital. Server mengatur dan menyimpan data supaya bisa diakses dan aman.

Tugas dari Server

Berikut tugas yang dijalankan oleh server

1. Penyimpanan Data

Fungsi utama server adalah sebagai tempat penyimpanan dan pengelolaan data. Termasuk data dari file, dokumen, bahkan konten media.

Server memiliki lokasi terpusan agar user bisa mengaksesnya, tergantung siapa yang berwenang.

2. Hosting Web

Biasanya, saat Anda mengakses internet, halaman web yang Anda kunjungi dihosting pada server web.

Server-server ini menyimpan file situs web dan mengirimkannya ke peramban web Anda saat Anda meminta halaman tersebut. Mereka menangani teks, gambar, dan fitur interaktif.

3. Layanan Email

Untuk mengelola aliran pesan elektronik, server email menerima, menyimpan, dan mengirimkan email ke orang yang dituju.

Selain itu, server ini bertanggung jawab atas pekerjaan seperti penyaringan spam dan otentikasi pengguna.

Baca juga: Yuk kenalan sama WordPress, Platform Populer untuk Membangun Website Impian Anda

4. Hosting Aplikasi 

Banyak aplikasi dan layanan perangkat lunak dihosting pada server, daripada harus dijalankan pada perangkat individu.

Server ini memberikan kemampuan komputasi dan daya untuk aplikasi seperti game online, paket produktivitas, dan tools kolaborasi.

5. Sharing File

Server file dirancang untuk menyimpan dan berbagi file di jaringan.

Server akan memastikan pengguna yang berwenang dapat mengakses file dan sering kali memiliki izin dan fitur keamanan untuk melindungi data sensitif.

6. Manajemen

Server database mengelola dan mengatur data terstruktur bagi aplikasi yang bergantung pada basis data untuk penyimpanan, pengambilan, dan pemrosesan data.

Server database memastikan kueri yang efisien, keandalan, dan konsistensi data.

7. Otentikasi dan Otorisasi

Server otentikasi memverifikasi identitas pengguna, memastikan hanya orang atau sistem yang diotorisasi yang dapat mengakses sumber daya tertentu. Server otorisasi mengatur izin dan hak akses berdasarkan peran pengguna dan kebijakan.

8. Layanan Komunikasi

Server sangat penting untuk memungkinkan berbagai jenis komunikasi, seperti pesan instan, suara-over-IP (VoIP), dan video konferensi.

Mereka memungkinkan pengguna berinteraksi dan bertukar data secara real-time.

9. Back up dan Recovery

Server cadangan menyimpan data yang bertumpuk, serta akan memulihkan kegagalan sistem atau korupsi data dengan cepat.

Selain itu, server cadangan mengotomatisasi proses pembuatan salinan data untuk mencegah kehilangan data dalam situasi bencana.

Baca juga: Mengenal Devin AI: Kolaborasi Menuju Masa Depan Software Engineering yang Lebih Cerah

10. Layanan Keamanan

Firewall dan sistem deteksi intrusi (IDS) merupakan server keamanan yang melindungi jaringan dan data dari cyber attack.

Server ini memantau lalu lintas jaringan, memfilter aktivitas berbahaya, dan menegakkan kebijakan keamanan.

Cara Kerja Server

Bagaimana sebuah server bekerja? Pada dasarnya server akan memproses permintaan dari client untuk terhubung di dalam satu jaringan.

Komputer client akan meminta data atau layanan kepada server. Setelah menerima permitnaan tersebut, server akan memprosesnya untuk mengirimkan permintaan tersebut ke client.

Contoh sederhanya, misalanya Anda membuat website Matob, lalu ngetik di browser matob.id selanjutnya browser akan meminta informasi mengenai website Matob kepada web server.

Selanjtunya web server akan mencari identitas website atau alamat IP terlebih dahulu kepada DNS server. Setelah IP address sudah tapet, barulah server dapat mengirimkan informasi kepada browser agar website ditampilkan di komputer pengguna.

Jenis Server dan Fungsinya

Berikut jenis-jenis server serta fungsinya

1. Web Server

Web server adalah jaringan komputer yang menangani permintaan HTTP dan HTTPS.

Web server menerima kode tersebut dari browser dan mengirimkannya kembali dalam bentuk dokumen HTML dan CSS.

Dokumen-dokumen ini kemudian diproses oleh browser untuk membuat laman web yang menarik dan mudah dibaca.

Sesuai yang dijelaskan di atas, tugas utama web server adalah mengirimkan berkas yang diminta pengguna sebelumnya melalui browser dengan protokol khusus. Selanjutnya pengguna dapat mengakses konten seperti teks, gambar, dan video melalui browser.

Saat ini web server tidak sekedar berperan mempublikasikan WWW (World Wide Web) saja.

Terdapat berbagai perangkat keras yang sudah dapat diakses melalui HTTP dengan tujuan untuk meninjau manajemen pekerjaan. Perangkat keras tersebut seperti printer, kamera, dan router web.

Baca juga: Seni Merancang Landing Page yang Efektif : Simak 6 Rahasianya Disini

2. Mail Server

Mail Server  membantu user bertukar email dengan orang lain. Dua jenis server email adalah server surat masuk dan server surat keluar.

Sementara IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol yang selalu menyimpan salinan pesan yang dikirim dan diterima ke dalam server surat masuk, POP3 (Post Office Protocol Third Version) adalah protokol pesan elektronik yang menyimpan pesan dikirim dan diterima pada hard drive PC lokal.

Pada dasarnya, Mail Server berfungsi untuk bertukar pesan ke sesama pengguna dengan beberapa langkah protokol mail dengan file yang terdukung berupa teks, gambar, dan lainnya sesuai client web yang digunakan.

3. Database Server

Database server terdiri dari empat jenis: flat file database, relation database, object database, dan relational-object database.

Database server juga menerima permintaan klien untuk mengakses basis data pada jaringan komputer.

Database server sendiri berfungsi untuk menyediakan layanan big data yang teratur untuk user dengan sehingga pencarian menjadi mudah.

Banyak organisasi besar menggunakan layanan server ini untuk menyimpan berbagai data sesuai kebutuhan. Selain itu, server ini memungkinkan banyak orang mengakses data secara bersamaan.

4. File Server

File server memberikan akses ke lokasi disk yang berisikan file seperti gambar, video, musik, database, dokumen, dll.

Tujuannya server ini adalah agar workstation pengguna dapat menyimpan dan mengambil data dengan perhitungan.

Dengan kapasitas hardisk yang besar dan RAM yang tinggi, file server berfungsi sebagai inti dari jaringan komputer yang cepat dan memungkinkan komponen jaringan berkomunikasi dan berbagi informasi.

Client dapat menggunakan layanan server seperti manajemen file, upload data, dan download data, antara lain.

5. DHCP Server

DHCP (Protokol Konfigurasi Host Dinamik) server adalah jaringan yang menyediakan layanan penyewaan IP address dan informasi TCP/IP kepada client.

Sistem operasi (SO) seperti Windows 2000 Server, Windows Server 2003, dan GNU/linux biasanya menggunakan layanan ini.

Fungsi utama server adalah memberikan layanan alamat IP secara otomatis kepada client, komputer, atau host pada jaringan TCP/IP yang diminta. Ini berarti bahwa administrator tidak perlu membuat alamat IP untuk client secara manual.

Baca juga: Pentingnya Cybersecurity di Era Digital: Belajar dari Kasus Terbaru di Indonesia dan Tips Praktis untuk Website Anda

6. Proxy Server

Proxy server sangat bermanfaat bagi pengguna karena sebagai perantara antara pengguna dan web server.

Setiap user yang mengakses jaringan internet harus melewati proxy terlebih dahulu sebelum mencapai web server.

Fungsi utama proxy server adalah untuk menjaga IP address pengguna saat mereka menjelajahi internet.

IP address pengguna mudah terlihat saat tidak dilindungi oleh proxy, sehingga virus, malware, bahkan informasi sandi yang tersimpan pada browser dapat menyebar.

Sebagai langkah pencegahan, user juga dapat mengatur untuk memblokir beberapa situs web yang tidak ingin dikunjungi.

7. FTP Server

Protokol transfer file server, juga dikenal sebagai FTP, adalah sebuah protokol internet yang memungkinkan seseorang untuk mengakses data server pada satu jaringan.

Client dapat meminta server untuk memberikan akses untuk menukar file.

Proses FTP server menggunakan kode ASCII, yang sebenarnya berbahaya karena tidak dienkripsi selama proses transfer, tetapi SSH File Transfer Protocol memberikan keamanan kepada client untuk melindungi data yang sedang dikirim.

Fungsi utama server ini, yaitu menyediakan layanan kepada klien dan pengunjung yang dapat mengakses transfer data yang tersimpan pada server.

8. Streaming Server

Ketika Anda melihat video di YouTube atau menonton serial di Netflix, Anda sudah menggunakan layanan streaming server secara tidak langsung.

Jenis server ini memungkinkan pengguna memutar video langsung dari situs penyedia streaming tanpa harus men-downloadnya terlebih dahulu.

9. Application Server

Application server adalah software yang memberikan layanan atau melakukan proses layanan terhadap setiap permintaan akses data yang dibuat oleh klien yang terhubung ke jaringan komputer.

Server aplikasi ini dapat berkomunikasi dengan klien melalui protokol HTTP.

Contoh server yang satu ini sering digunakan untuk menjalankan prosedur, seperti program atau script, agar aplikasi dapat berjalan.

Application server dan web server sama-sama menyediakan layanan untuk klien dan menggunakan protokol HTTP, tetapi ada satu hal yang membedakannya.

Application server biasanya digunakan untuk membuat situs atau aplikasi dinamis seperti object pooling, layanan pesan, dan aplikasi transaksi, tetapi web server biasanya digunakan untuk membuat website statis yang kontennya tidak berubah.

Sebagian besar server aplikasi juga memiliki web server yang sangat penting. Akibatnya, kebanyakan server aplikasi juga memiliki kemampuan untuk melakukan tugas yang sama.

Baca juga: Penjelasan Shared Hosting, Solusi Hemat untuk Kebutuhan Website Anda

11. Home Server

Home server digunakan oleh pengguna rumahan yang membutuhkan layanan seperti home entertainment.

Layanan servis yang didapatkan seperti web servis, printing servis ataupun file servis, sehingga komputer ini memiliki berbagai fungsi.

12. Virtual Server

Virtual Server sering disebut virtualization technology dimana suatu server fisik dirubah menjadi non fisik atau mesin virtual yang bisa menjalankan suatu sistem operasi berbeda.

Para pengguna tidak perlu khawatir terkait pembagian sumber daya dan biaya server apabila menggunakan virtual server ini.

13. Game Server

Jenis server yang terakhir dirancang untuk memberi user pengalaman bermain yang lebih baik.

Saat ini, kebanyakan game developer sering membuat permainan yang berbasis multiplayer yang dapat dimainkan secara online.

Akibatnya, terkadang terjadi lag atau masalah lain yang berkaitan dengan pengembangan permainan.

Game server terbagi menjadi dua kategori: game server eksternal dan game server internal.

Server eksternal menyimpan data game melalui pengembang game itu sendiri, sedangkan server internal menyimpan data game melalui komputer pengguna.

Steam adalah salah satu game server yang dapat digunakan.

Penutup

Jika Anda sedang mencari jasa pembuatan website Jogja sekaligus agensi pemasaran online di Jogja, mungkin Anda bisa jadikan Matob sebagai partner andalan Anda!

Jasa yang disediakan termasuk pembuatan website, optimasi website, dan penulisan konten-konten SEO. Untuk memulainya kamu bisa melakukan konsultasi gratis 1 hari terlebih dahulu.

Desain web yang dihasilkan agency ini menerapkan desain modern, dengan navigasi website yang mudah bagi user. Serta hosting yang aman dan cepat.